Rindu

Mereka bilang ada yang mampu berbicara selain suara, ialah kata demi kata yang kita baca.

Mereka bilang ada kesamaan antara doa dan rindu, ialah sana-sama selalu menyebut dia. Lantas kalau aku menjadi rindu dan kemudian mendoakan, apa aku akan dicap serakah ??

Aku merindu dia yang aku sendiri iri padanya.
Dia yang membuatku bangga dengan prinsip dan keyakinan dirinya.
Aku merindu dia yang perlahan kulupakan. Dia yang mampu kembuatku tersenyum dan menangis karena alasan yang dibuatnya sendiri, bukan karena orang lain.
Aku kembali merindunya setelah aku sendiri yang memilih untuk perlahan menjauh.
Dia yang padanya kudapatkan ketenangan bahkan ditengah kebisingan dunia yang hina.
Aku sangat merindunya. Dia yang akan selalu membasuh dengan lembut pipi pipiku yang terhujani air mata, dan berkata “semua akan baik-baik saja”.
Aku sangat merindunya hingga hampa rasanya dada. Dia yang punya hati sederhana, ya berusaha dengan setiap langkahnya untuk patuh pada penciptanya.
Dia.
Aku merindukanmu NN

Sebuah catatan sederhana dari yang merindukanmu Ridani Fitri.
Bumi Allah – 190315

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s