Penyakit Hati ??! atau Sakit Hati ??!

Assalamualaikum wr.wb.

Sebahagian orang atau harus dikatakan sebahagian besar orang menganggap keindahan rupawan yang diberikan oleh Sang Maha Indah adalah sebuah berkah yang semestinya harus disyukuri, namun lebih sering di lupakan. Namun gadis satu ini berbeda, kebimbangan hatinya mengartikan keindahan yang ditakdirkan Tuhan kepadanya membuatnya memilih untuk mengartikan keindahan rupanya sebagai cobaan, baik bagi dirinya pribadi maupun bagi orang lain. Menjadi hal yang sulit harus merasakan dua hal yang sama, bersyukur karena diberikan rupa yang indah sekaligus bersabar karena diberikan cobaan berupa keindahan itu sendiri.

Pagi itu dia sampai dikampus dengan jarum jam tanggannya yang menunjukkan pukul 08.15 “aku telat !” gumamnya dalam hati. Diraihnya ponsel disaku celananya, tidak ada satupun pesan singkat yang masuk sebagai pemberitahuan dia telat. “Alhamdulillah dosennya belum masuk” ucapnya kembali dalam hati. Walaupun dia yakin bahwa dirinya tidak telat, dia tetap tidak memperlambat langkah kakinya menuju kelas, dilewatinya satu persatu orang dengan kepala menunduk, tak sedikitpun ditatapnya wajah-wajah mereka. Ya seperti itulah kebiasaannya jika berjalan, menunduk dengan langkah kaki cepat, walaupun tak sedikit yang menyapa bermaksud menggoda, namun tetap dipacunya langkah kakinya menjauh dari para kumbang yang bermaksud menggoda sang bunga. Tak jarang para kumbang menyapa dengan sapaan yang wajib dijawab “Assalamualaikum”, namun sang bunga tetap membungkam mulutnya dan memilih menjawab jauh didalam hatinya. Tak jarang godaan-godaan itu memberikan rasa penyesalan kedalam hatinya, rasa bersalah sekaligus berdosa. “Ya Rabb jika mereka berkata keindahan ini adalah karunia, maka maafkanlah hamba jika keindahan ini hamba golongkan sebagai petaka, yang jika tak dikelola dengan baik sungguh menjadi sumber dosa bagi hamba”, pintanya dalam hati kepada Rabbnya setelah melewati kerumunan mahasiswa yang dianggapnya kerumunan yang akan menyesatkan ia dan imannya.

“Aku tidak ingin dilihat dari apa yang aku miliki, tapi tolong lihatlah aku dari apa yang aku lakukan”, slogan yang selalu ditancapkannya dalam hatinya. Sesampainya dirumah ia kembali teringat peristiwa saat dia menuju kelas, ada sedikit perasaan senang karena banyak yang menyapa dan memperhatikannya, kemudian dia tersentak dan tersadar “astagfirullah ampuni hamba ya Rabb, jauhkan dari angan-angan yang tak bermanfaat, sungguh hanya kepada-Mu tempat hamba memohon dan meminta”. Berfikir keras dirinya apa yang harus dilakukan agar meredupkan sinar yang terpancarkan darinya yang baginya menjadi ladang dosa baik bagi dirinya maupun bagi mereka yang tergoda. Teringat kembali dia dengan sebuah perkataan “kecantikan dan ketampanan hanyalah kelebihan terendah yang dimiliki oleh seorang manusia”, seketika loginya berkomentar “sungguh aku tidak akan bangga dengan kelebihan terendah yang sebenarnya hanya cara Allah untuk menguji hambanya, sungguh keindahan itu memang anugerah namun akan menjadi petaka saat tidak diartikan dalam konteks yang benar, aku ingin dihargai dari apa yang aku lakukan bukan dari apa yang aku miliki”. Sebuah tulisan yang diingatnya membuatnya tambah merasa bersalah dan berdosa, dalam tulisan tersebut disebutkan jika seorang wanita berjalan dan jalannya membuat mata lelaki menoleh untuk melihat sesungguhnya syaitanlah yang memalingkan wajah para lelaki, sesungguhnya syaitan sedang menempel dibadannya, dan syaitanlah yang dilihat oleh para lelaki yang mebiarkan matanya liar oleh nafsu.

Terlepas dari perasaan bersalahnya, dia mulai merajut impian untuk menjadi inspirasi bagi siapa saja yang mengetahui kisahnya “Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat” itulah yang menjadi landasannya. Hari berganti hari dia tetap mencari jawaban atas pertanyaannya tentang apa yang harus dilakukan, akhirnya dalam munajatnya disepertiga malam dia menemukan, bahwa keindahan yang telah diberikan Allah kepadanya tak sepatutnya disesali namun juga jagan terlalu diagungkan, sungguh Allah tidak menyukai hamba yang berlebi-lebihan. Mulailah diambilnya langkah berani untuk melakukan lebih dari apa yang orang lain lakukan “aku tidak hanya ingin dianggap indah secara fisik namun lebih penting indah secara rohani”, satu lagi hikmah yang diambilnya bahwa Allah memberian keindahan tersebut sebagai amanah yang harus dijaga, sungguh tidak ada artinya wanita yang cantik secara fisik namun jelek hatinya, sebaliknya lebih baik wanita yang baik hatinya namun kurang wajahnya dibandingkan wanita yang cantik wajahnya namun jelek hatinya.

Cerita yang sangat singkat diatas hanyalah gambaran dari memaknai keindan rupawan. Banyak orang yang terlalu mengagungkan kecantikan dan ketampanan lahiriahnya sehingga lalai merawat keindahan hati dan ruhaniahnya. Perlu disadari untuk dipahami, keindahan lahiriah akan hilang seiring berjalannya waktu, kulit yang mulus yang selalu dirawat kesalon tetap akan keriput, rambut hitam yang selalu memperoleh perawatan tetap akan menjadi putih, tubuh yang muda tetap akan menjadi tua. Sebaliknya keindahan ruhaniah atau hati akan tetap bersinar bahkan sampai ajal menjemput, kehadiran mereka yang memiliki keindahan hati akan selalu dinanti, kepergiannya akan selalu menimbulkan kerinduan dan kehilangan, keindahan ini akan kekal bahkan sampai ajal menjemput, kerena yang berasal dari hati akan selalu hidup dalam hati.

Begitu banyak kaum muda sekarang yang memaknai keindahan hanya pada segi fisik, sehingga mereka berlomba-lomba menjadi yang terbaik dalam bentuk fisik, yang terkadang tidak disadari mereka telah merubah ciptaan-Nya, secara tidak langsung mereka telah tidak bersyukur. Mereka melupakan keindahah yang sebenarnya, sibuk diurusan fisik sehingga hati tidak tertata dengan baik, hati menjadi berpenyakit yang ujung-ujungnya memaksa secara perlahan namun pasti, memaksa para penderita penyakit hati untuk sangat mencintai dunia dan melupakan akhirat. Allah.SWT berfirman “Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih disebabkan mereka dusta” (QS. al-BaqarahL 10). Allah berfirman “Agar Dia menjadikan apa yang dimasukkan oleh setan itu sebagai cobaan bagi orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit dan yang kasar hatinya”. (QS. al-Hajj; 53).

Dapat dipahami bahwa orang-orang yang berpenyakit hatinya adalah mereka yang pandai atau senang berdusta dengan merubah dan tidak mesyukuri ciptaan Allah. Mereka cenderung kepada dunia sehingga melalaikan bahkan melupakan akhirat. Orang yang berpenyakit hatinya akan telintas dalam fikirannya hal-hal yang syuhbat. Akibatnya, mereka tidak dapat melihat kebenaran, dan lebih condong kepada kebatilan. Setan tidak henti menghembuskan keragu-raguan kepada mereka yang hatinya terjangkit penyakit, hati merekapun melemah digerogoti oleh penyakit. Allah SWT berfirman “Sesungguhnya jika tidak berhenti orang-orang munafik, orang-orang yang hatinya berpenyakit, dan orang-orang yang menyebarkan kabar bohong di Madinah, niscaya Kami perintahkan kamu (untuk memerangi) mereka”. (QS al-Ahzab: 60).

Hati dan isinya sungguh hanya Allah dan pribadi yang mengetahui, dan tentunya hanya Allah dan pribadi jugalah yang dapat menyembuhkan, InsyaAllah untuk artikel selanjutnya membahas penyembuhan penyakit hati akan dipost, semoga bermanfaat.

Sungguh kesempurnaan hanya milik yang Maha sempurna lagi Maha indah ya Illahi Rabbi, dan kekurangan dan ketidaksempurnaan hanyalah milik hambanya, mohon maaf jika ada salah kata dan pemaknaan, mohon saran dengan mengkomen artikel ini, sesungguhnya sebuah kritik yang membangun lebih baik dari pada sebuah pujian yang meninggikan hati yang karenanya tumbuh sifat sombong, nauzubillah. Jika anda merasa artikel ini bermanfaat tidak ada salahnya untuk membagikan artikel ini dengan mengsharenya😀 semoga bermanfaat dan menginspirasi.

Wassalamualaikum,wr,wb.

Jambi, 29 Juli 2012(10 Ramadhan 1433 H)

22.08 WIB

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s