📚

Sebuah buku telah terbit..
Tanpa cerita..
Tanpa tema..
Sebuah buku yang tanganmu sebagai penulisnya.
Satu kata, dua kata..
Satu kalimat menjadi paragraf..
Buku bukan sembarang buku..
Satu noda membekas..
Dua noda menumpuk..
Tumpukan noda menjadi cerita..

Kelak akan kamu miliki buku itu untukmu, berjanjilah hanya menulis yang baik saja. Jika ada luka sembuhkanlah jika ada noda bersihkanlah.

Rindu

Mereka bilang ada yang mampu berbicara selain suara, ialah kata demi kata yang kita baca.

Mereka bilang ada kesamaan antara doa dan rindu, ialah sana-sama selalu menyebut dia. Lantas kalau aku menjadi rindu dan kemudian mendoakan, apa aku akan dicap serakah ??

Aku merindu dia yang aku sendiri iri padanya.
Dia yang membuatku bangga dengan prinsip dan keyakinan dirinya.
Aku merindu dia yang perlahan kulupakan. Dia yang mampu kembuatku tersenyum dan menangis karena alasan yang dibuatnya sendiri, bukan karena orang lain.
Aku kembali merindunya setelah aku sendiri yang memilih untuk perlahan menjauh.
Dia yang padanya kudapatkan ketenangan bahkan ditengah kebisingan dunia yang hina.
Aku sangat merindunya. Dia yang akan selalu membasuh dengan lembut pipi pipiku yang terhujani air mata, dan berkata “semua akan baik-baik saja”.
Aku sangat merindunya hingga hampa rasanya dada. Dia yang punya hati sederhana, ya berusaha dengan setiap langkahnya untuk patuh pada penciptanya.
Dia.
Aku merindukanmu NN

Sebuah catatan sederhana dari yang merindukanmu Ridani Fitri.
Bumi Allah – 190315

Terkadang ??

Bismillahirohmanirohim. .

Kadang kesempatan datang terlambat. Datang disaat telah menyerah dan mampu meyakinkan hati bahwa yang berlalu bukanlah yang terbaik. Bahwa ada yabg terbaik diwaktu terbaik.

Kadang cinta datang terlambat (kata kebanyakan orang)  atau mungkin hatimu yang terlalu rapat dikunci hingga banyak yang menyerah untuk mencoba membuka.

Kadang rindu datang tampa kompromi. Tidak peduli bagaimana sulitnya waktu maupun jauhnya jarak. Terkadang juga tak mampu kompromi dengan ego, iya ego kita masing-masing untuk saling memberi sinyal atau sekedar bertukar kabar.

Mereka berujar “andai waktu bisa diulang, aku akan ini, aku akan itu bla bla bla. ..” tapi, mereka juga tidak akan tau berapa banyak “terkadang” yang akan tercipta lagi dari kemungkinan yang mereka anggap “paling benar”.

Egoisme manusia merenggut rasa syukur kita akan apa yang telah kita punya, karena terlalu terfokus dengan apa yang kita inginkan.

Mungkin diluar sana ada yang menanti kesempatan hanya untuk sekedar menyapamu dan melihat senyummu.
Mungkin diluar sana ada yang menanti hatimu akan terbuka dan kembali membagi cinta.
Mungkin diluar sana ada rindu yang menunggu untuk kau temukan.
Mungkin saja. .

-Bumi Allah
#NN
010315

Aku Penasaran

Pernah jauh namun menjadi dekat. .
Mungkin nanti pernah dekat dan menjadi jauh. .
Atau berlanjut menjadi sesuatu. .
Pernah tak kenal kemudian menjadi saling kenal bahkan sangat mengenal.
Ada juga yang pernah sangat mengenal beranjak menjadi tak saling melihat walaupun mata bertemu mata.

Aku penasaran sampai kapan harus menerka apa posisi seseorang dalam kehidupan.  Menjadi awal yang berakhir,  mengakhiri tanpa tau kapan mengawali atau yang memulai dan takkan pernah berakhir. Aku selalu penasaran mereka berada pada posisi apa.

Bagaimana cara mereka datang ??
Apa tujuan mereka datang ??
Berapa lama akan bertahan ??
Aku penasaran dengan jawabannya. .
Andai rongga dada mereka dapat aku terawang bagai kaca pasti aku tidak akan sepenasaran ini, tapi kalau aku bisa melakukannya lantas dimana sisi menarik kehidupan dapat dilirik ??
Lucu !! Terkadang bertanya pertanyaan yang kamu sendiri tau jawabannya.

Aku masih penasaran dimana posisi itu dan dimana posisi aku dalam kehidupan.

#NN
Bumi Allah 150215

Ceceran Kata

Assalamualaikum, wr wb
Ini hanya ceceran kata yang ternyata mampu melahirkan makna.
Ini hanya isengan fikiran yang didapat dari renungan ringgan.
Ini hanya wadah yang usang untuk menuangkan rasa yang tak pernah usang.
Jangan, jangan menjadi serakah. Lepaskan lepaskan yang takkan bisa kau genggam.

Mengutuk tentu tidak akan membuatmu lebih baik.
Menghina tidak akan merubahmu menjadi raja.
Merendah tidak akan menjerumuskanmu menjadi tercela.
Merindu tidak akan membuatmu menjadi hamba sahaya.
Dan mencinta tentu tidak akan membuatmu menjadi hina.

Adakalanya hidup menyembunyikan alasan kenapa ia menjadi dia. Bersembunyi dalam dekapan waktu menyimpan rapat misterinya sambil menunggu siapa yang mampu menemukannya. Dan pada waktunya, Bang !! Ia akan terjawab dengan sendirinya, ribuan pertanyaan yg kita awali dengan “kenapa” “siapa” “kapan” “dimana” dan “bagaimana”. Apapun itu isinya semoga aku dan semua yang menyebut dirinya juga “aku” mampu menyadari “aaa ini yang terbaik untukku dari Rabb-ku” dan mampu menyadari inilah yang terbaik untukku.

Satu yang harus diingat “semua orang bisa menjadi pembawa lilin dalam kehidupamu, namun tidak semua ditugaskan untuk membantumu untuk tetap menjaganya menyala”
Terkadang kita belajar terkadang kita terlantar.
Terkadang kita berguru terkadang menjadi guru.
Terkadang kita menjadi pahlawan terkadang menjadi bajingan.
Entah berapa “terkadang” lagi yang akan berlalu semoga aku dan semua yang juga meyebut dirinya aku mampu belajar satu hal, bahwa aku masih terus belajar. Terkadang aku benar namun lebih sering aku salah. Aku juga manusia-kan🙂 kecuali kalian anggap aku sempurna bolehlah kalian salahkan aku atas tiap khilafku. Tapi ingat Rabbi tak beranak. Wallahualam.

#NN
231015 18:35
Bumi Allah

Last Note 030814

Bismillahirohmanirohim..

Senja, kamu tau apa yang paling menyebalkan dari perkara rasa ?? Situasi dimana kamu berucap dengan sisa tenaga yang tak lagi seberapa, berucap “pergilah” namun dia kembali tanpa perasaan bersalah, kembali mengetuk-ngetuk pintu yang dengan susah payah kamu dorong untuk rapat tertutup.

Senja, kamu tau betapa sulitnya meyakinkan diri untuk mengakhiri segala catatan pertandakan penting untuknya, menjadikannya kata “biasa” saat aku kembali membacanya kelak. Tidak lagi menjadikan dia dan segala ceritanya sebagai yang kutandai berharga.

Senja, seperti kamu yang selalu kulihat beserta kenanganmu dan berlalu, aku ingin dia juga berlalu meski aku melihatnya; hanya sebagai kenangan, bukan lagi sebagai pengharapan.

Senja, titip dia bersama hangatmu. Bawa dia dan semua cintaku padanya. Katakan padanya jangan kembali jangan terbit lagi.

Last Note
#NN
030814

Kukerta Punya Cerita

20141216_162431

Bismillahirohmanirohim..

Dimana harus kucari sebuah ruang besar untuk mampu menampung semua kenangan itu. Kenangan yang padanya aku berjanji tidak akan pernah melupakannya. Kenangan yang padanya aku berterimakasih karena pernah menghampiriku. Kenangan yang darinya aku belajar banyak hal. Ini bukan tentang kenangan yang terlalu manis hingga membuat candu atau kenangan yang begitu pahit membuat enggan mengulang. Bisa dibilang percampuran sempurna antara rasa manis dan pahit yang membuat tak bisa lepas darinya. Minimal selalu ingin mengingatnya karna keseimbangan rasa yang dihadiahkannya.

Pertama kali dalam hidupku, aku memulai sebuah perjalanan yang mengharuskan aku menjalani kehidupan di tempat lain terpisah dari mereka yang selama ini menemaniku. Pertama kali dalam hidupku, aku diharuskan merasakan hidup para perantau yang haus akan ilmu. Ya para perantau yang haus ilmu yang memaksa diri mereka untuk selalu belajar dan belajar ditiap nafas yang mereka hembuskan. Dari awal aku sudah berjanji untuk menjadikan perjalanan ini sebagai ladang untuk memanen ilmu, memanen pengalaman, dan memantapkan jati diri. Entahlah dari mana semua keyakinan itu bermunculan dalam kepala. Mungkin karena aku tidak pernah menyadari dari mana keyakinan itu berasal, pada akhirnya akupun tidak bisa menahan keyakinan itu untuk terus bertahan dalam diri. Mendekati hari keberangkatan kayakinan itu mulai pudar digantikan oleh rasa takut yang entah dari mana asalnya dan entah apa alasannya.

Menimbang-nimbang rasa takut tentu tidak akan membuatmu lebih maju, dan tidak ada jalan mundur untuk kasus satu ini. Hari keberangkatan tiba, bekal perjalanan telah tersusun rapi beserta keyakinan yang masih coba aku munculkan kembali. Dengan perasaan yang entah apa namanya mobil-mobil pembawa para perantau mulai meninggalkan titik awalnya berhenti, titik dimana aku meninggalkan diriku dan semua embel-embel tentang AKU. Sekarang yang terbawa hanya seorang perantau yang ingin belajar.

Aku masih ingat dengan jelas apa warna yang cocok untuk mewakili suasana hatiku saat perjalanan “Abu-Abu” antara putih keyakinan yang bercampur hitam ketakutan. Aku ingat aku berusaha tetap menjadikannya putih sebisa mungkin, aku berbicara pada diriku dalam perjalanan “Jangan pergi dengan perasaan kehilangan dan sedih, sebaliknya pergilah dengan rasa rindu yang mendalam hingga disana kau menjalaninya dengan perjuangan akan perjumpaan yang dinanti bukan melewati waktu dengan penantian yang menyayat hati. Aku sedang berjuang untuk diperjuangkan, menata hati, menata sikap dan kembali menjadi lebih baik.”

Sampai dilokasi perantauan…

Aku dan ke-15 teman-teman seperjuanganku, 15 anak manusia yang nanti akan memenuhi cerita-cerita ini. 15 anak manusia yang membuatku binggung mau meletakkan kenangan mereka dimana hingga aku tak pernah lupa. 15 anak manusia yang berjuang bersama, saling menjaga, saling berjuang, walau tak jarang saling selisih paham.

Sekarang izinkan aku mengingat kembali awal pertemuan dengan 15 anak manusia ini. Yang aku ingat lingkaran pertama. Lingkarang pertama aku bisa melihat mereka semua satu persatu dan tau nama mereka satu persatu. Selanjutnya makan pertama, makanan khas anak rantauan “Nasi Bungkus”. Menu makanan khas anak rantauan lainnya 6T (Tahu, Tempe, Teri, Toge, Telor, Terong).

Berbeda artinya saling melengkapi yang juga bermakna saling bertentangan, tergantung mau melihat dari sisi mana. Itulah yang bisa aku lihat dari 16 karakter anak manusia yang bersatu ini.

Ada yang pintar masak, ada yang pintar buat ketawa, ada yang selalu diam, ada yang ngajak ngomong serius tapi dianya selalu ketawa, ada yang selalu jadi bahan ejekan, ada yang rajin bilang “rindu”, ada yang rajin bilang “jadilah”, ada yang kerjaanya main game online terus, ada yang mendadak suka drama korea, yang pasti semua mendadak paham dengan yang namanya “batu cincin” hha J.

Aku bingung menuangkan semua visual kenangan itu dalam sebuah cerita, aku hanya berharap aku memiliki ingatan yang kuat untuk mengingat mereka semua beserta segala jenis kenangan yang mereka hadiahkan untukku.

Aku menemukan nama panggilan untuk mereka bukan lagi 15 anak manusia namun keluarga “family 06” sebuah angka kenangan. Terimakasih sudah menghadiahkan sebuah kenangan dalam catatan hidup seorang Ridani Fitri. Terimakasih sudah menginspirasi dengan segala kelebihan dan kekurangan yang kalian miliki. Terimakasih atas peluh dan keringat yang bercucuran kebumi. Terimakasih untuk emosi-emosi yang terkendali. Terimakasih untuk tawa yang menggetarkan batanghari. Terimakasih sudah sama-sama berjuang membangun cerita baik. Terimakasih sudah berjuang sampai akhir.

Kini aku tau warna apa yang kubawa bersama hatiku saat kepulangan “Pelangi” karena ada badai yang kami lalui untuk menuai kenangan indah ini, ada banyak warna yang mengisi kenangan ini, yang membuatku candu untuk mengingatnya.

Sukses selalu untuk Family 06.

Posko 06 KUKERTA Universitas Jambi Desa Sukaramai Kecamatan Muaro Tembesi Kabupaten Batanghari Provinsi Jambi Tahun 2014.

Si bungsu Posko #NN

20141203_175813